Teringat masa lalu jaman masih single (etapi udah punya gebetan, kok ^). saat itu aku statusnya masih sebaga karyawan maskapai penerbangan yang sudah tinggal nama, Adam Air. Karena kepingin pindah kerjaan karena banyak kendala, diputuskan untuk cari kerjaan lain yang kira-kira sesuai semuanya dengan kebutuhan.
Ngelamar via online di situs JobsDB kalo nggak salah waktu itu. Nggak lama ada perusahaan yang tertarik lalu menelepon untuk ngajak interview kerjaan yang dimaksud. Perusahaan ini cukup dikenal, bisa dibilang salah satu perusahaan online penjual komputer dan spareparts terbesar di Indonesia, tepatnya di daerah Jalan Gunung Sahari. Waktu yang ditentukan tiba, jadi boloslah aku dari harusnya masuk kerja. Semangat untuk interview, maka aku tiba ditempatnya sekitar beberapa menit sebelum waktu yang ditentukan. Paling nggak suka namanya nunggu. Waktu terbuang sia-sia, dan dicuekin gitu aja, hiks.. :(
Kalo nggak salah inget waktu itu 1 jam lebih untuk nunggu dipanggil ketemuan sama Head Sales nya. Yang mau aku lamar itu kerjaan di bagian troubleshooting yang di kantoran gitu lah. Eh lha kok ujung-ujungnya ditawarin untuk jadi sales jualan printer di booth-booth pameran perusahaan itu? Abis itu lagi ditawarin jadi sekertaris pribadinya?! Haduuh, makin absurd deh saat itu aku dengernya... Udah nggak bener nih pikirku. Makin ngeri aja apalagi di-interview sendirian, berdua doang sama si Head Sales ini.
Padahal dia ini keliatannya sudah berkeluarga, karena mataku menemukan foto istri dan 2 anak balitanya dipajang di sudut mejanya. Belum sempat aku berkomentar dia sudah terus membujuk-bujuk soal apa yang akan dikerjaan & apa yang didapatkan saat bekerja.
"Nanti kan biasanya kalo ada pameran-pameran gitu biasanya pulang malam sampai sekitar jam 10, nggak apa-apa nanti bisa pulang naik mobil sama saya, saya anterin sampai rumah..."
Doeenngg....!
Nggak tau kok saat itu aku nggak protes apa-apa, nanya / komplain / apa gitu, mungkin karena udah shock duluan makanya dibales pake senyum aja deh! Tapi tetep mikir kalo ini sudah nggak bener.
Sudah selesai interview -nya, lalu pulang karena disuruh nunggu panggilan berikutnya apakah lolos seleksi atau tidak. Aku berharap malah moga-moga nggak dipanggil untuk dateng lagi. Kalaupun dipanggil, sungguh, aku nggak akan mau datang lagi kesana. Ternyata di hari selanjutnya dapat telepon dari perusahaan itu untuk suruh datang. Sepertinya karyawannya yang telepon. Aku hanya bilang iya hari ini kalo tidak ada halangan. Tapi aku bohongin. Besoknya di telepon lagi kenapa hari kemarin tidak datang dan ditanya apakah aku bisa datang untuk hari lain. Kujawab iya bisa kalo tidak ada halangan. Bohongin lagi :)
Sampai hari ini aku alergi sama perusahaan itu. Busuk banget Head Sales -nya!
Makasih ya Pak, anda sangat baik hati, tapi maaf saya kecewa sama gaya anda yang terkesan melecehkan saya. Saya masih punya harga diri dan cuma mau cari pekerjaan, bukan cari "kerjaan sampingan". Mending Bapak inget deh kalo punya keluarga yang masih butuh diperhatikan daripada "jajan" berkedok ngerekrut karyawan baru. Moga-moga ini hanya pikiranku yang salah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar